7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Inilah Gejala dan Obat Chikungunya

Inilah Gejala dan Obat Chikungunya

Demam Chikungunya dikenal juga dengan penyakit demam flu tulang, demam tulang atau Chikungunya fever. Penyakit yang disebabkan oleh virus Chikungunya dan biasanya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Secara internasional, perkiraan insiden maksimum dari infeksi virus Chikungunya yang berat adalah 34 kasus per 200.000 populasi. Belum ada angka kematian yang dilaporkan akibat infeksi virus Chikungunya. Di Indonesia, Kejadian Luar Biasa (KLB) demam Chikungunya terjadi pertama kali di Samarinda pada tahun 1973.

Virus Chikungunya (CHIKV), yang juga dikenal dengan nama Buggy Creek virus. Tempat utama replikasi virus ini adalah di otot rangka.

Gejala Penyakit

Penyakit ini berlangsung selama tiga sampai sepuluh hari, ditandai demam, nyeri atau ngilu sendi, nyeri otot, ruam kemerahan di kulit, sakit kepala, rasa lemah, rasa pegal-pegal, mual, muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, dan mata peka terhadap cahaya. Dapat juga ditemukan radang tenggorokan, gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas, dan perdarahan minor, seperti mimisan atau perdarahan gusi.

Ciri demam pada Chikungunya adalah timbul mendadak tinggi, bisa sampai 39-40° C, disertai sebentar-sebentar menggigil. Fase akut ini menetap selama dua atau tiga hari. Suhu dapat naik kembali selama satu atau dua hari setelah ada jarak selama empat sampai sepuluh hari. Demam seperti ini menggambarkan pola demam pelana kuda. Nyeri sendi biasanya berat, dapat menetap, mengenai banyak sendi, berpindah-pindah, terutama di sendi-sendi kecil di tangan, pergelangan tangan, siku, pergelangan kaki, dan kaki. Pada sendi-sendi yang lebih besar, gejalanya lebih ringan. Hebatnya rasa nyeri menyebabkan penderita seolah tidak dapat berjalan. Rasa nyeri ini biasanya dirasakan (memberat) pada pagi hari, membaik dengan latihan ringan, tapi dapat timbul lagi dengan latihan berat. Persendian yang terkena terkadang membengkak dan nyeri saat disentuh. Nyeri sendi dapat juga tanpa disertai demam. Nyeri sendi umumnya berlangsung tidak lebih dari sepuluh hari.

Anak-anak sering menunjukkan gejala serangan demam mendadak, muntah, nyeri perut, dan konstipasi (sulit buang air besar). Ruam, mata memerah, dan gejala perdarahan ringan, seperti mimisan, juga sering dijumpai. Pada anak yang berusia kurang dari tiga tahun sering terjadi kejang demam. Nyeri sendi tidak terlalu sering ditemukan pada anak dengan Chikungunya.

Terapi

Chikungunya dapat sembuh sendiri, sehingga tidak ada terapi yang spesifik. Umumnya, terapi bersifat suportif dan simtomatis, yaitu dengan beristirahat, pemberian analgesik nonaspirin, pemberian cairan (minum air putih yang banyak) untuk mengatasi dehidrasi, makanan bergizi (cukup karbohidrat, protein, dan vitamin), memperbanyak konsumsi buah-buahan segar atau minum jus buah segar, mengatasi kejang, pergerakan dan latihan ringan untuk memperbaiki kekakuan dan nyeri pagi hari.

Obat anti-inflamasi nonsteroid jangka panjang dan rehabilitasi diperlukan karena masa penyembuhan berlangsung lama (satu tahun atau lebih). Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder tidak bermanfaat. Obat anti-inflamasi seperti Dexa-M yang mengandung Dexamethasone dapat ditemukan di apotek-apotek. Penderita juga bisa membeli obat dengan menggunakan layanan pembelian obat secara online seperti Apotek 24 Jam.

Pemberian steroid tidak dianjurkan. Pemberian aspirin sebaiknya dihindari, karena dapat meningkatkan risiko terjadi perdarahan dan sindrom Reye. Jika ada gangguan saraf, terapi dengan anti-neuralgic drugs digunakan dengan dosis standar.

Menurut WHO (2008), jika penderita dirawat di rumah, beberapa hal berikut ini perlu dilakukan:

1. Istirahat yang cukup di lingkungan yang hangat; hindarilah lingkungan yang basah atau lembap. Panas dapat meningkatkan atau memperburuh nyeri sendi, karena itu hindarilah selama akut.

2. Mengurangi bekerja terlalu berlebihan. Bentuk latihan ringan dan fisioterapi direkomendasikan untuk orang yang dalam masa penyembuhan.

3. Kompres dingin dapat membantu mengurangi kerusakan sendi.

4. Minum air yang banyak dengan elektrolit (kira-kira tersedia di rumah dua liter cairan dengan garam dalam 24 jam). Jika mungkin, pastikanlah produksi urine yang terukur, lebih dari satu liter dalam 24 jam.

5. Parasetamol selama demam (sampai dua tablet 500 miligram empat kali sehari), untuk penderita yang tidak punya penyakit hati atau ginjal.

6. Hindari mengobati diri sendiri dengan aspirin atau obat pereda nyeri lainnya.

Related Posts
Ayied Muhammad Riduan
Saya mengelola beberapa website/blog dengan berbagai niche yang terbuka untuk segala bentuk kerjasama. Kunjungi 𝗦𝗮𝘁𝘂𝗶𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹.𝗶𝗱 atau di No Telepon/WA 𝟬𝟴𝟮𝟭𝟱𝟰𝟮𝟵𝟱𝟱𝟱𝟳 untuk detail informasi layanan jasa lainnya.
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment