Sunday, December 2, 2018

Menumbuhkan Kesenian Daerah Di Kampung Berseri Astra Desa Menari Tanon

KiniMuda.com - Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program kontribusi sosial berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Astra Internasional Tbk. Astra semakin serius menggembangkan program ini, untuk membangun desa lebih maju dan menuju Desa Sejahtera. Saat ini astra memiliki 77 KBA yang tersebar di 34 Provinsi. Dengan jumlah 300 Desa Sejahtera astra di 100 Kabupaten di Indonesia.

Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kampung atau desa di Indonesia. Apalagi jumlah desa atau kampung di Indonesia banyak sekali. Masih banyak desa yang belum tersentuh kesejahteraannya. Masih banyak desa atau kampung yang tertinggal.


Astra menerapkan empat pilar, yang meliputi Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan (UKMK). Keempat pilar tersebut harus terealisasi, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat. Astra ingin mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas). Sehingga masyarakat Desa bisa paham tentang pentingnya kesehatan dan hidup lebih produktif.

Proses seleksi yang dilakukan astra melalui perimbangan yang matang. Salah satu kampung berseri astra adalah Desa Menari Tanon, Semarang, Jawa Tengah. Astra membutuhkan waktu lama, untuk memutuskan Desa tanon sebagai salah satu Kampung Berseri Astra di Jawa Tengah.

Desa Menari Tanon berada di Kaki Gunung Telomoyo, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Membutuhkan waktu satu setengah jam dari pusat kota Semarang. Berada di kaki gunung telomoyo, membuat suasana desa menari tanon sejuk, jauh dari polusi dan tenang.  Hal ini menjadi daya tarik sendiri bagi desa menari tanon. Terutama untuk wisatawan yang rindu dengan suasana desa.

Sejarah Desa Menari Tanon

Di desa tanon masyarakatnya hidup dengan rukun dan masih memelihara budaya gotong royong dengan baik. Sebagian besar penduduknya masih dalam rumpun keturunan KI Tanuwijoyo. Mereka hidup sebagai peternak dan petani. Masyarakatnya masih memegang teguh tradisi leluhur. Seperti tradisi saparan yang selalu dilakukan setiap bulan saparan. Semua penduduk akan berkunjung ke satu rumah ke rumah lainnya.


Awalnya desa tanon, hanya desa kecil dan tidak memiliki keistimewaan sama sekali. Kemudian seorang pemuda tanon, memutuskan untuk pulang ke desanya. Setelah ia menyelesaikan kuliah di Jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pemuda itu bernama Trisno, ia adalah pemuda pertama di Desa Tanon yang berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana.

Dari dulu pendidikan di Desa tanon masih tertinggal. Bahkan banyak penduduk desa yang tidak lulus SMP. Sebagian besar masalah ekonomi, sehingga pemuda yang sudah cukup umur memilih untuk mencari pekerjaan atau bertani. Berbeda dengan Trisno, dia bertekat untuk sekolah tinggi dan lulus sebagai seorang sarjana.

Inilah yang membuat pria kelahiran 12 oktober 1981 bertekad untuk memperdayakan Desanya. Ia mengajak warga untuk mengolah dusun dan menjadikannya sebagai desa wisata. Apalagi di desa tanon, memiliki potensi wisata yang tinggi. Selain bertani dan berternak, masyarakat desa tanon masih melestarikan tarian tradisional. Seperti Tari Topeng Ayu, Tari Kuda Lumping, Tari warok dan lainnya.

Awalnya banyak penduduk yang pesimis dengan rencana tersebut. Tetapi setelah mencoba, ternyata memberikan penghasilan untuk penduduk setempat. Sejak saat itu semakin banyak warga yang berpartisipasi untuk melestarikan desa tanon dan dikenal banyak orang.

Wisata Menari dan Alam Di Desa Menari Tanon

Tahun 2012, Bapak Trisno dengan Bang Yos (aktivis pariwisata), memulai untuk melakukan branding desa tanon. Awalnya desa ini bernama desa wisata tanon. Tetapi kalah dengan desa wisata tanon yang ada di sragen. Kemudian berganti nama menjadi desa menari tanon, karena yang dibranding juga kesenian tari yang ada turun temurun di desa ini.



Desa menari tanon menawarkan paket wisata bagi para pengunjung. Pengunjung bisa melakukan berbagai hal disini. Seperti :

  • Belajar kesenian rakyat dari Krido Budi Utomo
  • Belajar pemeliharaan, pemerahan dan pemprosesan susu sapi
  • Belajar membuat kerajinan anyaman
  • Belajar membuat sabun susu sapi
  • Melakukan permainan tradisional
  • Outbond
  • Dan lainnya

Desa tanon juga menawarkan penginapan homestay. Kita bisa merasakan hidup berdampingan dengan penduduk desa langsung. Peserta minimal 30 orang dengan harga mulai dari Rp 95.000 sampai Rp 415.000 per orangnya. Di tahun 2013, jumlah pengunjung mencapai 2500 orang, kemudian di tahun 2014 sebanyak 3000 orang. penghasilan dari desa wisata ini sudah mencapai ratusan juta. Belum termasuk pendapatan setiap orangnya. Hingga kini sudah banyak pengunjung dari berbagai daerah yang datang ke tanon.


Selain itu banyak mahasiswa yang melakukan kerja lapangan atau kunjungan ke desa ini. Trisno mengajak mahasiswa untuk memberikan pelatihan ke masyarakat. Seperti belajar bahasa Inggris, belajar membaca dan lainnya. sehingga penduduk tanon memiliki pengetahuan dan pendidikan lebih baik.

Realisasi Empat Pilar Program KBA Astra

Ada empat pilar yang dikembangkan oleh astra yaitu Kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan. Keempat pilar tersebut sudah diterapkan di desa menari tanon. Pilar pertama kesehatan, hal ini direalisasikan dengan memperbaiki toilet di rumah penduduk. Sehingga masyarakat lebih peka terhadap kesehatan.


Sebelumnya banyak rumah di tanon, yang pembuangan kotoran sapi kurang baik. sehingga sering menimbulkan bau yang kurang sedap. Dengan adanya kampung berseri astra, dilakukan perbaikan pembuangan. Kotoran sapi dimanfaatkan untuk biogas, bisa dimanfaatkan penduduk untuk memasak. Selain itu diadakan pembangunan toilet umum, program imunasi bulanan dan lainnya. sehingga bisa mewujudkan kesehatan jasmani bagi seluruh masyarakat.

Di sektor lingkungan, Desa menari tanon mulai menggalakan masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Hal ini dilakukan dengan pemanfaatkan kotoran sapi untuk biogas. Pelatihan pengolaan sampah. Sampah organik biasanya dimanfaatkan untuk membuat pupuk atau makanan ternak. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, akan membuat suasana desa lebih menyenangkan. Apalagi Lingkungan di desa tanon masih asri dan berada di kaki gunung telomoyo.

Di sektor pendidikan, Kampung berseri astra menerapkan banyak hal. Tidak hanya pendidikan untuk anak-anak tetapi juga dewasa. Karena banyak penduduk yang belum bisa membaca. Di sektor pendidikan ini, Trisno sering meminta bantuan ke mahasiswa yang berkunjung ke desa tanon. Mahasiswa akan mengajari masyarakat belajar bahasa inggris, membaca, membuat kreativitas dan lainya.

Apalagi sekarang banyak wisatawan asing yang datang ke Desa menari tanon. Sehingga bahasa inggris menjadi salah satu pelajaran yang wajib diajarkan. Pendidikan ini juga dikembangkan di pendidikan agama. Dengan adanya program masjid hebat. Setiap sore anak-anak berkumpul di masjid untuk belajar mengaji bersama.

Di pilar terakhir yaitu kewirausahaan, Trisno membangun sebuah pasar tiban. Setiap ada kunjungan dari wisatawan, penduduk setempat bisa menjual produk olahannya. Ada berbagai jenis olahan yang di jual di pasar tiban tanon. Seperti keripik adas, sayuran hasil kebun, sabun susu, produk anyaman dan lainnya. Dari pasar tiban ini bisa meningkatkan penghasilan masyarakat desa tanon.

Dengan adanya kampung berseri astra diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan desa-desa di Indonesia. Selain itu bisa menginspirasi lembaga atau masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan, kesehatan, pendidikan dan kewirausahaan. Bila semua itu direalisasikan di semua daerah, mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan penduduk Indonesia. Semoga akan semakin banyak kampung berseri astra di Indonesia.

Next

Related

1. Berkomentarlah dengan tata bahasa yang baik agar orang lain tahu sebijak apa karakter anda melalui kata kata.
2. Silahkan tulis komentar anda untuk hal apapun yang masih berhubungan dengan post pada halaman ini.
3. Mohon untuk tidak menyertakan Link Aktif pada kolom komentar.
4. Mohon maaf apabila tidak sempat membalas komentar 1 per 1.
EmoticonEmoticon